Stiapembangunanjember.ac.id – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan secara resmi menarik kembali mahasiswanya yang telah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Magang.
Acara penarikan yang berlangsung khidmat pada Rabu (4/2/2026) ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa Angkatan 2022 di berbagai desa, perusahaan dan instansi.
Program tahun ini mencakup wilayah yang luas, mulai dari KKN 3T di Lombok (NTB), KKN Kolaborasi di Lumajang dan Jember, KKN Tematik, hingga Magang di DPRD Jember serta Koperasi Agrobisnis (KOPA) Tarutama Nusantara.
Dalam sambutannya, Ketua STIA Pembangunan Jember, Dr. Nungky Viana Feranita, S.T., M.M., menyampaikan rasa bangganya kepada para mahasiswa yang telah menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembekalan hingga penarikan.
Dr. Nungky menekankan bahwa pengabdian tidak berhenti di lapangan. Ia mengingatkan mahasiswa mengenai kewajiban pelaporan dan luaran berupa publikasi ilmiah.
"Luaran publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap dan mahasiswa harus masuk ke jurnal nasional terakreditasi," tegas Dr. Nungky dalam arahannya.
Ketua STIA Pembangunan menekankan pada isu integritas akademik. Dr. Nungky memberikan pesan keras terkait fenomena kecurangan akademik seperti fabrikasi data, plagiasi, hingga penggunaan jasa joki skripsi yang belakangan dinormalisasi.

Beliau mengingatkan bahwa integritas adalah harga mati bagi sivitas akademika.
"Integritas akademik adalah fondasi utama dari sebuah perguruan tinggi. Ia bukan sekadar aturan tertulis, melainkan komitmen moral yang harus dihidupi oleh setiap anggota sivitas akademika," ujarnya mengutip pesan moral 'Jujur dalam Karya, Mulia dalam Ilmu'.
Dr. Nungky juga mewanti-wanti mengenai sanksi tegas bagi pelanggaran integritas, mulai dari pengurangan nilai, pembatalan mata kuliah, hingga pencabutan ijazah jika terbukti melakukan pelanggaran berat.
Menutup sambutannya, Dr. Nungky memotivasi mahasiswa Angkatan 2022 untuk segera menuntaskan tugas akhirnya. Ia menginstruksikan agar Kaprodi Publik dan Bisnis mengawal mahasiswa agar bisa melaksanakan Seminar Proposal paling lambat bulan Februari ini.
"Ibaratnya menaiki anak tangga, hanya kurang 1 anak tangga lagi. Saya mewakili Lembaga berharap tidak ada yang berhenti," pungkasnya memberikan semangat.
Dengan ucapan Alhamdulillah, Dr. Nungky secara resmi menyatakan seluruh peserta KKN dan Magang Tahun Akademik 2025 ditarik kembali ke kampus, seraya berharap pengalaman yang didapat bermanfaat bagi pembangunan sosial kemasyarakatan.(*)