Momen Haru Warnai Serah Terima Jabatan Ketua STIA Pembangunan, Ini Pesan Dr. Nungky untuk Ketua STIA Pembangunan yang Baru

Momen Haru Warnai Serah Terima Jabatan Ketua STIA Pembangunan, Ini Pesan Dr. Nungky untuk Ketua STIA Pembangunan yang Baru

Sabtu, 30 Mei 2026, 18:52:58 WIB - 28 Hit

Stiapembangunanjember.ac.id – Suasana haru dan khidmat menyelimuti momen pergantian kepemimpinan di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember. Secara resmi, Dr. Hj. Nungky Viana Feranita, S.T., M.M., menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Dr. Asmuni, S.Sos., M.AP., yang kini mengemban amanah sebagai Ketua STIA Pembangunan periode selanjutnya. 
Dalam pidato penutupnya, Dr. Nungky merefleksikan perjalanannya memimpin STIA Pembangunan kampus tercinta. 
"Menakhodai STIA Pembangunan adalah salah satu perjalanan spiritual dan intelektual terbesar dalam hidup saya," ungkapnya membuka ruang batin di hadapan Pembina, Pengurus, Pengawas Yayasan Pendidikan Panca Prasetya, senat, dosen, tenaga kependidikan dan para tamu undangan. 
Baginya, posisi yang ia emban selama ini bukanlah sekadar puncak dari pencapaian karier. 
"Jabatan, bagi seorang akademisi, tentu bukanlah puncak statis, melainkan sebuah estafet amanah. Ia laksana sebuah persinggahan dalam perjalanan panjang membangun peradaban," tegasnya memberikan pandangan mendalam tentang filosofi kepemimpinan. 
Sebagai sosok nakhoda yang memikul tanggung jawab besar untuk membawa institusi berlari mengejar ketertinggalan zaman, Dr. Nungky menyadari bahwa gaya kepemimpinannya mungkin sering kali memicu dinamika dan gejolak struktural. Dengan gaya bahasa kiasan yang indah, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketegasannya selama ini. 
"Dalam niat menegakkan tiang yang kokoh, terkadang ketukan palu terdengar terlalu keras. Dalam upaya menjernihkan mata air, adakalanya arus yang dialirkan terasa terlalu deras," ucapnya mensyukuri sekaligus merenungi setiap keputusannya. 
Namun, ia memastikan bahwa setiap langkahnya murni dilakukan demi memajukan kampus. "Saya selalu berusaha agar setiap hela napas kepemimpinan saya hanya berorientasi untuk satu hal: melihat STIA Pembangunan sebagai Perguruan Tinggi yang tegak berdiri, dihormati, dan diperhitungkan di panggung akademik nasional," tambahnya. 


Visi dan ketegasan tersebut nyatanya dibuktikan dengan rekam jejak capaian yang luar biasa dalam Laporan Kinerja Perguruan Tinggi Periode 2022-2026. Di era kepemimpinan Dr. Nungky, STIA Pembangunan mencetak sejarah dengan melompatnya status akreditasi institusi dari predikat C pada tahun 2019 menjadi "Baik Sekali" pada tahun 2024. 
Sederet penghargaan prestisius pun berhasil diborong, termasuk Anugerah Kampus Unggulan (AKU) selama tiga tahun berturut-turut (2022-2024), penghargaan dari Bupati Jember pada tahun 2025, serta menobatkan Dr. Nungky sebagai Tokoh Perempuan Pendidikan pada ajang PWI Jember Award tahun 2025. Kemajuan pesat juga terlihat pada aspek kualitas SDM, di mana persentase dosen tetap yang telah bersertifikat pendidik profesional melonjak drastis dari 18,2% menjadi 69,2%. 
Di akhir masa baktinya, Dr. Nungky menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan dengan penuh optimisme dan secara khusus meminta seluruh elemen kampus untuk bersatu mendukung kepemimpinan Dr. Asmuni. 
"Dukunglah beliau dengan totalitas, karena kejayaan STIA Pembangunan adalah milik kita bersama. Bukan milik Ketua semata," pesannya dengan tegas. 
Meninggalkan jabatan struktural, Dr. Nungky menyatakan bahwa ini bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan momen untuk kembali sepenuhnya ke khitah sebagai pendidik, peneliti, dan pembelajar. Ia pun memohon doa restu dari seluruh civitas akademika untuk langkah perjuangannya meraih gelar Profesor. 
"Gelar akademik tertinggi ini bukan sekadar pencapaian prestise bagi diri saya pribadi, melainkan sebuah ikhtiar untuk membawa nama STIA Pembangunan ke derajat akademik yang lebih tinggi dan mulia," tuturnya dengan penuh tekad. 
Mengakhiri pidato perpisahannya yang disambut haru dan apresiasi luar biasa oleh seluruh hadirin, Dr. Nungky meninggalkan sebuah pesan moral yang mendalam sebagai salam perpisahan.
"Padi ditanam dengan penuh harapan, dituai dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Apa yang baik mari kita lestarikan, apa yang retak mari kita tautkan kembali dalam bingkai pemaafan," pungkasnya dengan senyum kelegaan.(*)