Mempererat Ukhuwah Pasca Idul Fitri, STIA Pembangunan Gelar Halal Bihalal Penuh Khidmat

Mempererat Ukhuwah Pasca Idul Fitri, STIA Pembangunan Gelar Halal Bihalal Penuh Khidmat

Senin, 30 Mar 2026, 19:04:25 WIB - 60 Hit

Stiapembangunanjember.ac.id - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Aula Surachmad Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember pada Senin (30/3/2026). 

Segenap sivitas akademika berkumpul bersama dalam acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Islami Syafa’atul Iman.

Acara yang dimulai pada pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan (Tendik), serta para mahasiswa yang hadir dengan mengenakan busana muslim rapi. Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk mempererat tali silaturahmi pasca-Hari Raya Idul Fitri.

Dalam momen penuh keberkahan tersebut, Ketua STIA Pembangunan Jember, Dr. Hj. Nungky Viana Feranita, S.T., M.M., memberikan sambutan sekaligus arahan.

Secara khusus, beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya mewakili unsur pimpinan kepada seluruh dosen, tendik, dan mahasiswa atas segala khilaf yang mungkin terjadi selama berinteraksi di lingkungan kampus.

"Sebagai manusia biasa sekaligus pimpinan di lembaga ini, saya menyadari tentu ada kebijakan, tindakan, atau tutur kata yang mungkin kurang berkenan di hati Bapak dan Ibu sekalian, serta para mahasiswa tercinta. Oleh karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon maaf lahir dan batin," ujar Dr. Nungky dalam sambutannya.

Beliau juga berharap agar momentum ini dapat membersihkan hati dan mengembalikan semangat kolaborasi seluruh elemen kampus.

Acara dilanjutkan dengan siraman rohani dan tausiah singkat yang disampaikan oleh Pembina UKM Kajian Islami Syafa'atul Iman, Imam Sunarto, S.Sos., M.Si.

Dalam tausiahnya, Bapak Imam memaparkan hakikat manusia sebagai makhluk yang tempatnya salah dan lupa. Ia secara mendalam menjelaskan bahwa dosa kepada sesama manusia merupakan urusan yang sangat krusial dan harus segera diselesaikan di dunia melalui jalan saling memaafkan.

"Dosa dan kesalahan kepada Allah SWT insyaallah bisa kita mohonkan ampunannya lewat istigfar dan taubat yang sungguh-sungguh. Namun, perlu kita ingat, kesalahan terhadap sesama manusia tidak akan terhapus sebelum orang yang kita sakiti atau kita dzalimi memberikan maafnya secara ikhlas," tegas Imam Sunarto.

"Inilah urgensi dari diadakannya halal bihalal. Jangan sampai perselisihan kecil atau ganjalan di hati terhadap saudara kita sesama muslim justru menjadi penutup pintu, yang menghalangi langkah kita untuk menuju surganya Allah SWT," imbuhnya memberikan pesan moral.(*)