Stiapembangunanjember.ac.id – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Tahun ini, delegasi mahasiswa STIA Pembangunan turut ambil bagian dalam penerjunan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif berskala besar yang diselenggarakan di Kabupaten Situbondo.
Acara pelepasan yang berlangsung meriah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Situbondo, yang secara resmi melepas total 947 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengabdi di pelosok daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Situbondo memberikan instruksi tegas kepada jajaran pemerintah daerah di tingkat bawah. Beliau secara khusus menginstruksikan para Camat dan Kepala Desa (Kades) untuk menyambut baik, mendampingi, serta memfasilitasi seluruh program kerja yang dibawa oleh para mahasiswa KKN.
Dukungan penuh dari aparatur desa dinilai sangat krusial agar kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini dapat bersinergi dan memberikan solusi nyata bagi kemajuan potensi masing-masing desa.
Bagi STIA Pembangunan Jember, keterlibatan dalam KKN Kolaboratif di Situbondo ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi untuk menjadi "Kampus Berdampak". Mahasiswa dituntut untuk mampu membaur dan berkolaborasi dengan peserta dari perguruan tinggi lain guna membangun desa.
Hal ini ditegaskan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) utusan STIA Pembangunan, Ningrum Suryadinata, S.AB., M.Si., yang turut hadir mengawal dan mendampingi anak didiknya di lokasi penerjunan.
Keikutsertaan mahasiswa STIA Pembangunan dalam KKN Kolaborasi Situbondo ini adalah momentum yang sangat strategis untuk mengaplikasikan ilmu administrasi, baik publik maupun bisnis, secara langsung di tengah masyarakat.
"Kami telah membekali mereka untuk peka terhadap masalah dan potensi desa, terutama dalam membantu tata kelola administrasi desa agar lebih baik, serta pemberdayaan UMKM lokal," ungkap Ningrum Suryadinata.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya arahan dari Bupati Situbondo terkait sinergi dengan perangkat desa.
"Sesuai arahan Bapak Bupati, kami menuntut mahasiswa STIA Pembangunan untuk aktif berkomunikasi dan bersinergi dengan Camat, Kades, dan masyarakat setempat. Jadikan kolaborasi ini sebagai ruang belajar sekaligus ruang mengabdi yang meninggalkan jejak manfaat berkelanjutan," tambahnya.
Dengan dilepasnya 947 mahasiswa ke berbagai desa di Situbondo, diharapkan program KKN Kolaboratif ini mampu membawa angin segar bagi inovasi, akselerasi pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat akar rumput di Kabupaten Situbondo.(*)